Another Question about Identity

April 8th, 2006 by aditthegrat

Who am I? Great question…

My father was a javanese, but
with lighter skin than usual javanese people and his family. So does my
mother, she is javanese. All my grandfather have a darker skin than
mine, but all my grandmother have lighter one.

So by
ethnicity I’m javanese. Someday my mother ask me "did he talk
javenese with you? Your face quite typical javanese." I just said "No,
he talk Indonesian, but with deeply javanese dialect and vocab."

Why does that coversation happen? Actually i just told my mother that
the meatball peddler is came from the same city with my mom. So she ask
me that thing because of my truly ability with javanese language.

  Huh!

I’m one of today urban kid in Indonesia! I live in Bogor city which is
one of harshest part of sundanese dialect. Provincial education service
give us curriculum with sundanese. My parent never talk javanese with
me. So how can I spoke that language? With nine years studying
sundanese, sure i’m more able to speak sundanese than javanese. but
anyway still my tongue is javanese tongue! I could talk Indonesian with
javanese dialect than sundanese one.

Then at school i begun
thinking about nation state. About our identity as Indonesian.
Indonesian language is Malay based. Javanese almost became ruling class
in goverment. Chinese hokkian descent became the rich. Minangkabau,
Batak, and various other came with their own.

 

How colourful are my country.

But in there where is my place? I don’t know who am i! Would i became
my own? So then what to build? I don’t have a culture to accept or
reject.

Anyway, DANG-Dut is the music of my Country, My country, My Country…

Look my another blogs, almost all post in english here

So be it!

February 7th, 2006 by aditthegrat

"Yes, we have right to caricature God."

Fyuh! Sombong betul orang (Prancis) itu! Setelah comradenya di Denmark bikin gambar kontroversial itu mereka malah bikin karikatur yang gak kalah mengesalkan!

"Untukmu agama(atau apapun kau sebut itu)mu, untukku agamaku"

Ya, anda sebagai manusia memang punya hak melakukan apapun, selama anda tak berada di bawah otoritas yang melarangnya. Sampai waktunya hari akhir dimana pemilik kebenaran menunjukkan kekuasaannya, kita bebas berbuat apapun bukan?

Jadi jika anda tidak percaya adanya surga dan neraka, maka ambillah!

So be it!

Why now? Lama betul

February 7th, 2006 by aditthegrat

Why Now? Cartoons Timeline

Jylland-Posten put out cartoons based on Mohammed 4 months ago. Why is the Muslim world burning now?
Below I try to outline the chain of events. I believe that it is no coincidence that Saudi Arabia, the country representing Islam to the world, made its move just a day after an Islamic party came to power in the Palestinian parliament. It is also no coincidence that Palestinians are threatening Europe at a time when Europe is threatening to withdraw funds.
30 Sept: Danish paper Jyllands-Posten publishes cartoons
12 Oct: Jyllands-Posten hires security guards due to death threats
20 Oct: Muslim ambassadors complain to Danish PM
27 Oct: Muslim ambassadors move issue to international Muslim groups (such as Organisation of the Islamic Conference)
10 Jan: Norwegian publication reprints cartoons
12 Jan: United Nations High Commissioner for Human Rights appoints two UN experts to investigate the issue
16 Jan: Danish prosecutors refuse to charge Jyllands-Posten
25 Jan: Hamas elected as majority in Palestinian parliament - first time since the Iran revolution that an Islamic party comes into power and first time ever that it happens in democratic elections.
26 Jan: Saudi Arabia recalls its ambassador to Denmark, boycott is announced
27 Jan: Norwegian gov’t apologizes
28 Jan: Danish paper apologises in Danish and Arabic
30 Jan: Gunmen raid EU’s Gaza office demanding apology
31 Jan: Danish paper apologises again, in English. Denmark’s Islamic Faith Community accepts apology
1 Feb: Papers in France, Germany, Italy and Spain reprint cartoons
(I have prepared this timeline based on several sources, among them BBC, Fjordman and my blog. I would be glad if people add  on to it, and I would republish the timeline)

Kenapa kemenangan HAMAS dimasukin? Menarik bukan organisasi yang dianggap teroris palestina itu justru gak terlibat dengan peristiwa yang digarisbawahi di atas. Yang melakukan itu justru fatah(seteru HAMAS) yang sekuler(?).

Mungkin yang dilakukan HAMAS lebih bijak dibanding Saudi dan beberapa negara lain yang menutup kedutaan Denmark. Begitu pula dengan FPI yang kurang dapat mengendalikan massanya sendiri di depan (dan dalam) kedutaan Denmark. Yah, yang melakukannya kan bukan semua orang Denmark!

Something Rotten inside Muslim(Not Islam!!!)?!?

February 7th, 2006 by aditthegrat

Sebuah introspeksi, surat terbuka bagi kaum muslim dari seorang awam.

Pembuatan karikatur yang ditujukan sebagai Rasulullah (SAW) telah mnuai badai dalam empat bulan setelah penerbitannya. Berbagai artikel dari dunia barat (Eropa barat dan USA) dan dunia muslim bermunculan sebagai reaksinya. Berbagai Blog membuat komentar mengenai ini dan pada akhirnya hanya memancing berbagai kalangan muslim, kristen dan ateis saling tuding dan menyerang. Tulisan ini hanyalah sedikit dari saya untukmuslim di dunia.
Salah satu tulisan yang muncul adalah tulisan berjudul "something rotten in denmark?" oleh Daniel Pipes dan Lars Hedegaard memperlihatkan wajah muslim yang terlihat dari sudut pandang eropa. Tulisan ini menunjukkan kriminalitas yang diatributkan pada imigran yang berasal dari kawasan muslim, entah bagaimana kadar keimanan dan pola pemikiran pelakunya. Tetapi menurut saya maslah ini adalah masalah yang secara general terjadi di seluruh negara Eropa atau yang sekultur dengannya.
Tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk menjawab artikel diatas melainkan sekedar introspeksi mengenai kondisi kita umat muslim. Sebab apa yang dicitrakan oleh orang luar bukan tak mungkin ada dalam diri kita. Berbagai hal yang disebut sebagai pembusukan oleh artikel diatas adalah:
- Living on the dole (bergantung pada sumbangan negara)
Imigran muslim di Denmark hanya berjumlah 5% tetapi menghabiskan 40% belanja kesejahteraan masyarakat yang berupa pembagian makanan gratis.
- Engaging in crime (terlibat kejahatan)
Tulisan diatas mengklaim bahwa mayoritas kejahatan pemerkosaan dilakukan oleh muslim. Kejahatan inilah yang memicu kerusuhan di Australia, dilakukan oleh geng pemerkosa yang beranggotakan emigran Libanon.
- Self-imposed isolation (menutup diri)
Hanya pria 5% muslim yang mau menikahi wanita Denmark, menurut artikel diatas. Sedangkan jika kita lihat di Perancis emigran muslim hidup di "ghetto-ghetto" sub-urban yang kumuh.
- Importing unacceptable customs (membawa budaya yang tak dapat diterima)
Pernikahan yang dipaksakan adalah salah satu yang diatributkan pada muslim. Sedangkan adanya ancaman terhadap orang-orang yang meninggalkan Islam juga dimasukkan.
- Fomenting anti-Semitism (menggerakkan anti-semitisme/anti yahudi)
Hizbut Tahrir disebut membuat penyataan "kill all Jews . . . wherever you find them" (Bunuh semua yahudi…dimanapun kau menemukannya), berbagai aksi anti israel juga diklaim sebagai anti Yahudi. Saya memohon koreksi dari Hizbut Tahrir mengenai hal ini.
- Seeking Islamic law (mengusahakan syari’at)
Dalam masyarakat mereka Syari’at Islam dianggap sebagai suatu yang "arkaik" tak pantas untuk dipromosikan kembali.
Mari kita lihat selama setahun ini ada dua peristiwa yang menunjukkan latar belakang munculnya tulisan ini : pertama kerusuhan di kawasan migran perancis, kedua kerusuhan di pantai Cronulla Australia. Keduanya adalah kerusuhan yang ditimbulkan oleh pergesekan antara generasi kedua emigran yang berasal dari negara muslim (maghribi, libanon, pakistan, dll) dan masyarakat dan otoritas lokal.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi pada kita (muslim)?
Mari kita dengan bijak melihat apa saja yang terjadi pada saudara-saudara kita. Mereka keluar dari negrinya, mencari pengharapan baru ke eropa dengan berbagai cara, termasuk cara-cara illegal. Mereka bukanlah seorang Tariq Ramadhan yang menemukan landasan kokoh menjadi Muslim (di) Eropa, mereka justru menemukan beban berat mencari makan untuk hidup, dan ditambah lagi budaya siapa yang akan dipakai?
Pada akhirnya sebagian menyerah pada keadaan, menjadi pengutil atau berbagai tindak kriminal lainnya. Kadang malah terlibat prostitusi dan narkotik. Ya ini ada di Perancis dan Jerman! Mereka seperti dilabeli “Imigran (Muslim)” sementara oleh masyarakat muslim sendiri tidak menerima mereka.
Di sisi lain mereka yang tetap teguh memegang islam, merangkak dengan penghidupan dari kerja kasar, tetap mengikat diri dengan norma-norma Islam mengahdapi perang melawan terorisme(war on terrorism) yang diatributkan pada mereka. Atau malah mereka benar-benar mengikuti jalan teroris (saya mungkin memiliki persepektif berbeda dengan anda mengenai terorisme, tidak akan saya perpanjang mengenai ini)..
Atau mungkin kondisi yang lebih moderat adalah mereka tidak benar-benar mengikuti kegiatan terorisme tetapi mendukung cita-cita yang dipropagandakan organisasi yang dianggap teroris(termasuk saya). Dan kadang ada beberapa organisasi yang kurang bijak dalam kegiatan politiknya.
Yah kondisi muslim disana memang tidak sedang baik!
Dan kondisi inilah yang dipicu oleh minimnya komunikasi telah menyebabkan memanasnya kondisi mental masyarakat Eropa. Islam tidak dikenal oleh orang banyak melalui telaah mengenai Al-Qur’an dan hadits! Mereka dengan mudah akan melihat apa yang ada pada muslim. Dan kondisi ini, tanpa bermaksud menyalahkan suatu kelompok mungkin dapat dibilang sebagai degradasi dalam umat muslim!
Mengapa degradasi? Saya akan memulai dengan satu pertanyaan! Apakah kondisi ini akan terjadi jika kebanyakan umat muslim memiliki pemahaman yang memadai mengenai Islam? Apakah kondisi ini akan terjadi jika kebanyakan muslim mengamalkan Islam sesuai dengan pemahaman yang memadai tersebut?
Jalan masih panjang, inilah perlunya perbaikan dalam diri umat!

November 9th, 2005 by aditthegrat

Pernahkah kita ngerasain usaha kita, peluh kita, daya kita dan segala upaya kita tersapu dalam sekejap?

Lihat deh banjir cilacap pas lebaran kemarin!!!

Maksud hati cari jalur altenatif "selatan-nya selatan"(1-4 km dari pantai) kami sekeluarga kemarin melewati sawah yang direndam banjir. Yap terendam banjir… Kami yang tidak kenal musim tanam bingung, "iki sawah dilep opo banjir?" Tapi melihat ratanya air dan besarnya arus aku baru sadar apa yang terjadi…

Yah itu adalah jalan desa, sepanjang jalan hanya ada orang-orang bersepeda. "Lihat segalanya lebih dekat dan kau akan mengerti." Aku perhatikan lagi wajah mereka. Muram. Sehari sebelum ‘Id ternyata tidak menyiratkan kegembiraan di wajah mereka, atau bahkan hari itu sudah memberi banyak kegembiraan? Sudah cukup kegembiraan untuk  menyingkirkan kesedihan yang mungkin lebih berat dan dalam lagi?

Yah mungkin saat itu aku tidak berbuka dengan kegembiraan, tidak nyaman rasanya menyuap nasi.

Coba….

October 5th, 2005 by aditthegrat

Iseng iseng aja,,,,,

======================================
no1:
2x^(log3x) / sqrt(x^(4logx)) = 18 akar2nya x1 dan x2….

x1.x2 = ….

no2:
a^3 - a - 1 = 0
a^4 - a^3 - a^2 - 1 = ….

no3:
4^x + 4^(-x) = 7
8^x + 8^(-x) = ….

no5:
Ada sebuah deret….
6, 24, 60, 120, x, 336, 504, 720, ….
Berapakah x?
kalo dapet, why?

no6:
catur terdiri dari 8 x 8 persegi…..
berapa banyak persegi panjang yang terbentuk dalam papan catur?

no7:
ada sebuah angka…
terdiri dari 9 digit, abcdefghi…
a,b,c,d,e,f,g,h,i terdiri dari bilangan asli dari 1 ampe 9
gak ada angka yang sama
berapakah abcdefghi jika:
ab habis dibagi 2
abc habis dibagi 3
abcd habis dibagi 4
abcde habis dibagi 5
abcdef habis dibagi 6
abcdefg habis dibagi 7
abcdefgh habis dibagi 8
abcdefghi habis dibagi 9

no8:
3a + 2b + c = 2d
2e = f
3a + 3b + 3c + 3d = 3e + 3f + 5g
a,b,c,d,e,f,g terdiri dari bilangan asli dari 1 ampe 7
gak ada angka yang sama
tentukan a,b,c,d,e,f,g! (hanya ada 1 jawaban)
(terserah mau pake cara apa… nebak juga boleh…)

no9:
kali ini soal cerita… ceritanya anak SMA 8 lagi iseng2
mungkin ini soal harusnya masuknya ke teka-teki ya….
suatu hari, Akbar ama Fajrian ceritanya lagi maen tebak angka…
Akbar yang nebak, dan Fajrian yang nyiapin angkanya….
angkanya diantara 0 ampe 100….
Akbar cuma boleh nanya 4 kali….
A:"Faj, angkanya lebih besar dari 50 ya?"
Fajrian menjawab dengan bo’ong….
A:"Angkanya kelipatan 4 ya?"
Fajrian menjawab, lagi-lagi bo’ong…..
A:"Angkanya bilangan kuadrat?"
Fajrian menjawab, kali ini jujur….
A:"Gua tau angka lu kalo lu jawab ini… Angka depannya 3 bukan?"
Fajrian menjawab, tapi gak tau bo’ong ato kagak….
akhirnya Akbar pun menjawab dengan penuh percaya diri…
tapi karena Fajrian bo’ong tadi, jadinya salah deh….
berapakah angka sebenarnya Fajrian?

====================================

anggep aja perkenalan dari anak 8,,,, thanks,,,

Aku Tidak malu jadi orang Indonesia?

October 5th, 2005 by aditthegrat

Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia
(Oleh : H Rosihan Anwar)

Aku tidak malu jadi orang Indonesia …
Biar orang bilang apa saja, biar, biar …
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan
Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris

Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaatkan suaminya

Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya
Habibie menciptakan demonstrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga

Alah mak, Bung ! Karno turun dari presiden karena Supersemar
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo
Habibie turun dari presiden karena supertransisi
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal
Megawati turun-temurun jadi presiden
Maka Anda tahu sekarang kenapa

Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi
Ada istilah angpao untuk uang atensi
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan menyuap aparat hukum
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi dilakukan beramai-ramai
oleh gubernur, bupati, walikota, anggota DPRD dan DPR
Ada tren yang kuat menguasai kaum koruptor

Simaklah sejarah bangsa dan Tanah Air
Semenjak dulu zaman kompeni
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien di Tanah Wolanda
Elke Regent Heeft zijn Chinees
Tiap Bupati punya orang Cinanya
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina
Syahdan, Susuhunan Amangkurat II dari Mataram
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia
Minta kepada Bapak Kompeni
Agar dikirimi cinderamata
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia hingga gadis Makassar
Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja
Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran
Bagaimana kerajaan tidak akan binasa?
Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi
Adalah kiriman genetik kepada kita semua
Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya

Maka Anda tahu sekarang kenapa
Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Sebab memang begitulah nasibku
Kismet, kata orang bijak-bestari
Korupsi adalah sejenis vampir
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur
Kemudian keluar pada malam hari
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur
Di layar film Hollywood wujudnya adalah Count Dracula yang bertaring
Diperankan aktor Bela Lugosi
Vampir yang hilang kesaktiannya bila terkena sinar matahari

Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa
Beroperasi 24 jam, ya malam ya siang mencari korban
Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi drakula
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara
Yang membuat media memberitakan
Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru bermunculan.
Aku orang terpasung dalam terungku kaum penjarah harta negara

Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia
Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang Empu
Sajak pendek yang berbunyi:
Katakan beta
Manatah batas
Antar gila Dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut?

>>>>Keren khan…..!

Military Engineering ja-dul

August 25th, 2005 by aditthegrat

Military engineering. Mengagumkan! Jadi inget kuliah dulu (lupa Pengantar Plano apa Konsep Tekno) mengenai sejarah keteknikan (kayaknya Pengantar Plano). Pas Medieval Age pemilik teknologi dan ilmu pengetahuan ya para magister(istilah buat ilmuwan) yang dikendalikan para noble(maksudnya bangsawan gitu). Masih sama dengan sekarang, perkembangan sains dikendalikan oleh duit dan kekuasaan. Nah lihatlah lagi sejarah! Waktu zaman itu kasta noble saling bertarung memeperebutkan kekuasaan dan wilayah. Itulah perlunya snjata dan pertahanan. Nah lihatlah perkembangan siege weapon zaman itu! Trebuchet, siege tower, stronghold, armour…. Karya besar diketerbatasan sumberdaya dan pengetahuan di zaman itu.

Lebih kagum lagi untuk siege engineer. Konsep pembuatan trebuchet(assay balance) benar-benar baru. Coba lihat alat-alat pelntar di zaman sebelumnya; ballista, mangonel(mangoneau), catttapult, dll. Trebuchetadalah kekerasan yang sangat indah, lihat saja ayunan lengannya saat melempar batu-batu kerapi, lengkungan gerak batu-batu, dan berakhir ketika batu tersebut menghantam tembok-tembok angkuh benteng. Btw untuk budaya sekitar Arab sangat miskin, mereka menyebut setiap derivat pelontar batu dengan manjanik (serapan dari mangonel), meskipun bangsa Turki adalah jagonya siege weapon di zaman itu(bahkan disewa juga oleh Franks).

Ada yang mau gabung di sanggar merintis siege workshop?

Aha, Partai intra Kampus!

August 16th, 2005 by aditthegrat

Menyimak Lokakarya yang sebagiannya sudah aku ikuti jadi pengen ngeluarin ide yang dulu bercokol di kepala ini yaitu: PARTAI INTRA KAMPUS, jreng, jeng jreng jeng jeng.

Beberapa dasar untuk ini :

-  Elemen kampus sangat banyak! 77 unit lama ditambah beberapa unit baru(5-10), kemudian Himpunan Mahasiswa, ditambah lagi unit kelengkapan Keluarga Mahasiswa. Di Lokakarya kemarin fungsi dan peran seluruh elemen tersebut sangat kabur, disamakan dan sejajar. Bagaimana mengukur tingkat partisipasi masyarakat kampus dan juga keterwakilannya?

- Keberadaan Himpunan  yang sangat kuat justru mengaburkan kesatuan Keluarga Mahasiswa ini. Himpunan tidak memiliki ideologi yang pasti dan jelas, justru menyuburkan pragmatisme sempit dan sedikit banyak turut andil dalam penguatan hedonisme. Kedua hal tersebut menyebabkan kesertaan mahasiswa yang minim dalam kegiatan terpusat. Bukankah Himpunan itu entitas keprofesian? Mengapa dikembalikan saja ke sana? Di lokakarya kemarin ada pandangan himpunan yang membatasi diri dan ujung-ujungnya ke sana(tanpa disadari tentunya) meski sebenarnya ada kainginan untuk mempertahankan otoritasnya.

-Pelarangan masuknya organisasi ekstra kampus justru membuat kemahasiswaan ITB kehilangan sumber ideologi. Pandangan pragmatis Dewan Mahasiswa pada masa dulu sangat berbeda dengan pandangan pragmatis mahasiswa saat ini. Jika dulu DeMa ITB berbangga dengan bersihnya DeMa dari CGMI, bukankah itu merupakan penafikkan pandangan sebagian mahasiswa? Bukankah DeMa saat itu telah menjadi rezim? Apakah itu rezim yang menjaga demokrasi? Allahua’lam. Biarkan saja Organisasi Ekstra kampus masuk dan menjual ideologinya melalui partai!(Jika diperlukan)

-Unit adalah entitas minat! Tidak semua entitas tersebut merupakan entitas yang mengarah pada penguasaan/politik kampus!(begitulah sebuah negara) Apakah kita tidak melihat bagaimana organisasi kemasyarakatan yang dijadikan alat politik justru menjadi mandul prestasi? Sebagaimana Pramuka Indonesia maupun perkumpulan olahraga lainnya. Aku tidak mau unitku menjadi seperti itu.

-Sudahkah kita memiliki entitas ideologi? Menyimak kata-kata utusan IMA-G yang mengutip Soe Hok Gie bahwa pemimpin ideal adalah pemimpin yang tidak memimpin berdasarkan  golongan, agama, atau kepentingan pribadinya. Betulkah? Aku tidak sependapat. Jika pemimpin itu dalam masyarakat yang majemuk maka terimalah bahwa entitas terkuat akan mengatur hubungan dengan entitas lainnya! Jika itu tirani maka pilihannya bergantung pada dirimu masing-masing untuk menyejahterakan masyarakat tersebut melalui apa. Perlawanankah? Perlawanan yang mana? Tentu saja insan dewasa bdapat dan berhak untuk memilih ideologi terbaiknya. Apakah kesukuan? Golongan? Agama? Atau apalagi? Ingat saja insan dewasa dapat dan berhak memilih jalannya!

OSKM, eh PPSA-OKe

August 16th, 2005 by aditthegrat

OSKM-OSKM entah kenapa melihat para KAMDIS itu kok ya jadi pengen ketawa aja bawaannya. Dulu ngeliat Rahwana gak lebih dari kumpulan orang yang "maRAH WAe gaweNA" alias cuma pelampiasan nafsu. HAmpir aja tertawa waktu pertama ngeliatnya. Tapi kasian euy. Dan barusan sebelum pembukaan OKe(Bagian kita Organisasi Kemahasiswaan kan?) Nebula pemegang bendera itu lucu sekali, tampak seperti anak kecil yang mendapat mainan baru!

Tapi di luar itu semua masih ada bagian terindah yang tak terlupakan! "Bangkitlah mujahid Bangkitlah!/Rapatkan barisan Rapatkan!" Orasi dari mentor agama coy! Lugas, tegas, dan terpercaya! Bisa dibilang monolog dari DanLap itu indah dan dalam, tapi nyaris omong kosong! Coba, berapa DanlLap yang rela turun ke jalanan! Aksi! Muter-muter di dalam kampus aja… Balik lagi, tadi ruhnya sangat terasa! Ketika mahasiswa baru berbaris diiringi nasyid Mujahid Setiadan teriakan takbir, sempat bingung juga abis nasyidnya sama terus ya udah inisiatif ganti ke Pemuda Benteng kebenaran.

Yayaya, OSKM. Integrasi dan Pembelajaran. Lebih baik daripada motto yang dulu "Kelian belum ITB!!!" Senioritas sayur! Nggak berani mengakui kompetensi sang adik yang sangat mungkin lebih bahkan masih murni dari ashabiyah jurusan! Kapan ya di ITB mahasiswa tingkat berapapun diakui otoritas dan kompetensinya, di luar berapa lama ia berada di ITB?

Tadi mas Anam dalam Orasinya mengajak untuk berjuang di KAMPUS PERJUANGAN. Yah moga aja bener-bener jadi begitu. Siapa yang nggak kenal ITB? Ada pihak didalam ITB sendiri yang bilang "Himpunan On****, Unit M********i" mau dibilang apa Kemahasiswaan kita? Kemahasiswaan Hedon?

Hiduph MAHASISWA!!!
padahal bahasa Inggrisnya masih sama Student, atau arabnya Thalibu. Mungkin mahasiswa ITB bisa dibilang kalah dibandingkan anak-anak KAPMI.